Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Pakar IPB University Ungkap Manfaat dan Nilai Ekonomi Cacing Tanah

badge-check

Pakar IPB University Ungkap Manfaat dan Nilai Ekonomi Cacing Tanah Perbesar

Cacing tanah. (Dok IPB)

BOGORISTIMEWA.com – Cacing tanah ternyata memiliki nilai ekonomi tinggi berkat berbagai manfaat yang dikandungnya. Hal ini diungkapkan oleh Ir Tri Heru Widarto, MSc dosen Departemen Biologi IPB University, dalam wawancara tertulis dengan Redaksi IPB Today.

Menurut Tri Heru, cacing tanah tidak hanya berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah melalui aktivitas biologis dan kotorannya yang kaya unsur hara, tetapi juga memiliki potensi besar di bidang lain seperti peternakan, farmasi, dan pengelolaan limbah.

“Cacing kaya akan protein, sehingga sangat cocok dijadikan pakan alami untuk ternak seperti ayam, bebek, ikan, udang, dan burung. Ini bisa menjadi alternatif untuk menekan biaya pakan konvensional,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa beberapa jenis cacing tanah, seperti Lumbricus rubellus, mengandung enzim fibrinolitik (lumbrokinase) yang bermanfaat dalam melancarkan peredaran darah, mencegah penggumpalan, dan berpotensi untuk pengobatan stroke dan penyakit jantung.

“Ekstrak cacing telah lama digunakan secara tradisional sebagai penurun panas demam tifus, meskipun manfaat ini masih perlu pembuktian ilmiah lebih lanjut,” tambahnya.

Dikatakannya, cacing mulai diteliti lebih lanjut untuk aplikasi dalam industri farmasi dan kosmetik. Selain itu, cacing juga memiliki manfaat sebagai pengolah limbah organik. Dengan kemampuannya mendegradasi limbah seperti sampah rumah tangga, limbah pertanian, dan kotoran ternak, cacing membantu memproduksi kompos berkualitas tinggi serta mengurangi pencemaran lingkungan.

Beberapa jenis cacing tanah yang populer dibudidayakan karena nilai ekonominya antara lain Lumbricus rubellus, Eisenia fetida (cacing merah), dan Perionyx excavatus (cacing kalung). Ketiganya dikenal karena kemampuan tinggi dalam pengomposan dan sebagai sumber pakan ternak.

Terkait budi daya cacing atau vermikultur, Tri Heru menjelaskan prosesnya relatif mudah dan tidak memerlukan lahan luas. Prosesnya meliputi persiapan media organik, wadah budi daya, penyebaran bibit, pemberian pakan, perawatan media, hingga panen yang dapat dilakukan dalam waktu 2–3 bulan.

“Potensi bisnis cacing tanah semakin dilirik masyarakat. Manfaatnya yang luas di berbagai sektor telah mendorong berkembangnya usaha budi daya cacing di Indonesia. Dengan dukungan edukasi dan pemerintah, peluang industri ini masih terbuka lebar,” tutup Tri Heru. (**/ipb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

26 Sep 2026 - 19:54 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

26 Sep 2026 - 19:41 WIB

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

25 Sep 2026 - 19:18 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Jul 2026 - 13:38 WIB

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan
Trending di Bogor Raya