Menu

Mode Gelap
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan Penanaman Pohon Tahap Awal Capai 220 Hektare di 40 Kecamatan Dispora Kabupaten Bogor Lakukan Penanaman 1.000 Pohon Mahoni di Jasinga 35 Mahasiswa dan 10 Dosen Universitas Muhamdiyah Cirebon Lakukan Observasi ke PPOM dan NPCI Kabupaten Bogor

Bogor Raya

Pedagang Sembako di Pasar Leuwiliang Ngeluh Omset Menurun Sejak Kenaikan PPN 12 Persen

badge-check


					Pedagang Sembako di Pasar Leuwiliang Ngeluh Omset Menurun Sejak Kenaikan PPN 12 Persen Perbesar

Pasar Leuwiliang. (IST)

BOGORISTIMEWA.com – Awal tahun 2025 ditandai dengan kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Tradisional Leuwiliang.

Kenaikan ini dirasakan hampir semua pedagang dan konsumen, dengan alasan utama disebut-sebut sebagai dampak dari kenaikan Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang kini mencapai 12 persen.

Kenaikan harga ini membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional mengalami penurunan. Para pedagang mengeluhkan dampaknya terhadap daya beli masyarakat yang terus menurun.

“Ada kenaikan macam-macam. Kadang hanya satu persen, kadang naik setengah dari harga sebelumnya,” ungkap Heru Hermawan, seorang pedagang sembako kepada wartawan (3/1/25).

Heru menjelaskan bahwa sejak 1 Januari 2025, ia menerima pemberitahuan dari distributor mengenai kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, mie instan, hingga santan.

“Minyak goreng sudah pasti naik, santan yang biasa satu karton harganya Rp106.000 sekarang jadi lebih dari Rp140.000. Naiknya hampir setengah harga,” keluhnya.

Selain pedagang, para konsumen juga mengeluhkan kenaikan harga sembako yang terjadi. Menurut Heru, banyak pelanggan yang merasa keberatan, namun mereka tetap harus membeli barang kebutuhan pokok tersebut.

“Banyak yang komplain, tapi mau bagaimana lagi? Semua harga naik, seperti kopi dan santan,” ujarnya.

Heru berharap agar harga sembako dapat kembali stabil sehingga tidak semakin memberatkan masyarakat kecil.

“Harapannya, harga-harga ini bisa kembali normal. Sekarang sudah naik terus dan barangnya juga susah didapat,” katanya.

Ahmad Fauzi, pedagang sayur-mayur di pasar yang sama, turut merasakan dampak kenaikan harga sembako. Menurutnya, masyarakat kecil menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Kalau gaji tidak naik, ya konsumen pasti mengeluh. Masyarakat berharap awal tahun ini harga turun lagi. Syukur-syukur kalau ekonomi membaik dengan pajak yang lebih rendah,” pungkasnya. (Komeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Istimewa! RSUD Bakti Pajajaran Raih Penghargaan Zona Integritas WBK dari KemenPAN-RB

11 Februari 2026 - 15:48 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung

5 Februari 2026 - 19:10 WIB

Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua

5 Februari 2026 - 18:34 WIB

Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan

5 Februari 2026 - 16:35 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan Penanaman Pohon Tahap Awal Capai 220 Hektare di 40 Kecamatan

5 Februari 2026 - 14:37 WIB

Trending di Bogor Raya