Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Pedagang Sembako di Pasar Leuwiliang Ngeluh Omset Menurun Sejak Kenaikan PPN 12 Persen

badge-check


					Pedagang Sembako di Pasar Leuwiliang Ngeluh Omset Menurun Sejak Kenaikan PPN 12 Persen Perbesar

Pasar Leuwiliang. (IST)

BOGORISTIMEWA.com – Awal tahun 2025 ditandai dengan kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Tradisional Leuwiliang.

Kenaikan ini dirasakan hampir semua pedagang dan konsumen, dengan alasan utama disebut-sebut sebagai dampak dari kenaikan Tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang kini mencapai 12 persen.

Kenaikan harga ini membuat aktivitas jual beli di pasar tradisional mengalami penurunan. Para pedagang mengeluhkan dampaknya terhadap daya beli masyarakat yang terus menurun.

“Ada kenaikan macam-macam. Kadang hanya satu persen, kadang naik setengah dari harga sebelumnya,” ungkap Heru Hermawan, seorang pedagang sembako kepada wartawan (3/1/25).

Heru menjelaskan bahwa sejak 1 Januari 2025, ia menerima pemberitahuan dari distributor mengenai kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, mie instan, hingga santan.

“Minyak goreng sudah pasti naik, santan yang biasa satu karton harganya Rp106.000 sekarang jadi lebih dari Rp140.000. Naiknya hampir setengah harga,” keluhnya.

Selain pedagang, para konsumen juga mengeluhkan kenaikan harga sembako yang terjadi. Menurut Heru, banyak pelanggan yang merasa keberatan, namun mereka tetap harus membeli barang kebutuhan pokok tersebut.

“Banyak yang komplain, tapi mau bagaimana lagi? Semua harga naik, seperti kopi dan santan,” ujarnya.

Heru berharap agar harga sembako dapat kembali stabil sehingga tidak semakin memberatkan masyarakat kecil.

“Harapannya, harga-harga ini bisa kembali normal. Sekarang sudah naik terus dan barangnya juga susah didapat,” katanya.

Ahmad Fauzi, pedagang sayur-mayur di pasar yang sama, turut merasakan dampak kenaikan harga sembako. Menurutnya, masyarakat kecil menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Kalau gaji tidak naik, ya konsumen pasti mengeluh. Masyarakat berharap awal tahun ini harga turun lagi. Syukur-syukur kalau ekonomi membaik dengan pajak yang lebih rendah,” pungkasnya. (Komeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meriahkan KaBogor Fest 2026, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih

8 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Kabupaten Bogor Apresiasi Gerakan Aksi Hijau PPLI

5 Juni 2026 - 16:01 WIB

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

Trending di Bogor Raya