Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Bebersih Setu Cibereum Desa Rawapanjang Bojonggede

badge-check


					Bebersih Setu Cibereum Desa Rawapanjang Bojonggede Perbesar

Warga Desa Rawapanjang bersama Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar kegiatan bersih-bersih Setu Cibereum, Kamis (25/9/25). (Abizar)

BOGORISTIMEWA.com – Warga Desa Rawapanjang bersama Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar kegiatan bersih-bersih Setu Cibereum sebagai bagian dari rangkaian acara World Cleanup Day 2025 dan World Rivers Day 2025. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta dinas-dinas terkait dari Provinsi Jawa Barat.

Kondisi Setu Cibereum saat ini cukup memprihatinkan. Menurut Dede Armansyah, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, tingkat sedimentasi yang tinggi membuat permukaan dasar setu semakin dangkal. Bahkan, sudah mulai terbentuk semacam pulau kecil di tengah-tengah setu. Karena itu, setelah kegiatan bersih-bersih sampah ini, akan dilakukan tahap normalisasi berupa pengerukan untuk mengembalikan fungsi setu sebagai penampung air yang optimal.

“Kita fokus dulu pada pembersihan sampah. Setelah itu baru dilakukan normalisasi. Ini juga merupakan bagian dari World Cleanup Day yang dimulai sejak 20 September hingga 15 Oktober. Hingga saat ini, kegiatan telah dilaksanakan di 200 lokasi, termasuk Pekansari dan Karekel,” ujar Dede, Kamis (25/9/25).

Kepala Desa Rawapanjang, Muhamad Agus, mengungkapkan bahwa Setu Cibereum memiliki nilai sejarah dan penting bagi warga sekitar. Setu ini sudah ada sejak awal berdirinya Desa Rawapanjang. Terakhir kali pengerukan sedimen dilakukan pada tahun 2015, namun setelah sepuluh tahun, sedimentasi kembali menumpuk dan mengurangi daya tampung air.

“Kami berharap Setu Cibereum bisa kembali berfungsi sebagai lumbung air bagi warga. Dukungan dari pemerintah sangat besar, dan partisipasi warga juga luar biasa,” kata Agus.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Muspika Bojonggede, termasuk Kapolsek Bojonggede, AKP Abdullah Safi’ih, dan Camat Bojonggede, Teny Ramdhani, yang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan pelestarian lingkungan ini.

Aksi bersih-bersih ini menjadi simbol nyata kolaborasi antara warga, pemerintah desa, dan instansi pemerintahan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Diharapkan, kegiatan seperti ini bisa menumbuhkan kesadaran kolektif untuk lebih peduli terhadap sampah dan pentingnya menjaga sumber daya air. (Abizar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Juli 2026 - 13:38 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Juni 2026 - 22:11 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tinjau MBG di SDN Babakan Madang 03, Semangati Siswa Menuju Generasi Emas 2045

25 Juni 2026 - 13:53 WIB

Trending di Bogor Raya