Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Hipertensi jadi Kasus Tertinggi, Puskesmas Cimandala Luncurkan Inovasi KA SAKTI

badge-check


					Hipertensi jadi Kasus Tertinggi, Puskesmas Cimandala Luncurkan Inovasi KA SAKTI Perbesar

Puskesmas Cimandala meluncurkan Inovasi KA SAKTI. (IST)

BOGORISTIMEWA.com – Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Dalam dua tahun terakhir, Hipertensi menjadi salah satu penyakit tertinggi yang ditangani di Puskesmas Cimandala, Sukaraja. Demikian disebutkan Kepala Puskesmas Cimandala, Sulasiah Legiani.

Kepala Puskesmas Cimandala, Sulasiah Legiani menjelaskan, jumlah kasus hipertensi sebanyak 889 kasus di tahun 2021. Pada tahun 2022 hipertensi masih seringkali masuk ke dalam daftar 10 besar penyakit yang ditangani Puskesmas Cimandala. Dengan adanya permasalahan tersebut Puskesmas Cimandala meluncur inovasi yaitu KA SAKTI untuk memudahkan pemantauan pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cimandala.

“Hipertensi sering disebut “the silent killer” karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi,” jelas Sulasiah.

Ia menerangkan, hipertensi sekarang jadi masalah utama kita semua, tidak hanya di Indonesia tapi di dunia, karena hipertensi ini merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, dan stroke.

“Manfaat dari inovasi KA SAKTI ini dapat meningkatkatkan kesadaran pasien hipertensi termasuk pasien prolanis hipertensi dalam kepatuhan minum obat, serta memeriksakan dirinya secara konsisten ke Puskesmas Cimandala,” terangnya.

Sulasiah juga menuturkan, penyebab hipertensi diakibatkan oleh perilaku hidup yang kurang baik dan genetika. Untuk mencegah penyakit hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya perlu dilakukan langkah terobosan baru yaitu melalui inovasi KI SAKTI. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PPLI Raih Apresiasi KLH di Ajang Indonesia-Japan Environment Week 2026

12 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi Tirta Kahuripan Tingkatkan Suplai Air di Tarikolot

24 April 2026 - 21:57 WIB

SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I

8 April 2026 - 15:38 WIB

PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan

2 April 2026 - 16:22 WIB

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Trending di Bogor Raya