Menu

Mode Gelap
Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan Bupati Bogor Rudy Susmanto Targetkan Penanaman Pohon Tahap Awal Capai 220 Hektare di 40 Kecamatan Dispora Kabupaten Bogor Lakukan Penanaman 1.000 Pohon Mahoni di Jasinga 35 Mahasiswa dan 10 Dosen Universitas Muhamdiyah Cirebon Lakukan Observasi ke PPOM dan NPCI Kabupaten Bogor

Bogor Raya

Hipertensi jadi Kasus Tertinggi, Puskesmas Cimandala Luncurkan Inovasi KA SAKTI

badge-check


					Hipertensi jadi Kasus Tertinggi, Puskesmas Cimandala Luncurkan Inovasi KA SAKTI Perbesar

Puskesmas Cimandala meluncurkan Inovasi KA SAKTI. (IST)

BOGORISTIMEWA.com – Hipertensi menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya. Dalam dua tahun terakhir, Hipertensi menjadi salah satu penyakit tertinggi yang ditangani di Puskesmas Cimandala, Sukaraja. Demikian disebutkan Kepala Puskesmas Cimandala, Sulasiah Legiani.

Kepala Puskesmas Cimandala, Sulasiah Legiani menjelaskan, jumlah kasus hipertensi sebanyak 889 kasus di tahun 2021. Pada tahun 2022 hipertensi masih seringkali masuk ke dalam daftar 10 besar penyakit yang ditangani Puskesmas Cimandala. Dengan adanya permasalahan tersebut Puskesmas Cimandala meluncur inovasi yaitu KA SAKTI untuk memudahkan pemantauan pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Cimandala.

“Hipertensi sering disebut “the silent killer” karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi,” jelas Sulasiah.

Ia menerangkan, hipertensi sekarang jadi masalah utama kita semua, tidak hanya di Indonesia tapi di dunia, karena hipertensi ini merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti jantung, gagal ginjal, diabetes, dan stroke.

“Manfaat dari inovasi KA SAKTI ini dapat meningkatkatkan kesadaran pasien hipertensi termasuk pasien prolanis hipertensi dalam kepatuhan minum obat, serta memeriksakan dirinya secara konsisten ke Puskesmas Cimandala,” terangnya.

Sulasiah juga menuturkan, penyebab hipertensi diakibatkan oleh perilaku hidup yang kurang baik dan genetika. Untuk mencegah penyakit hipertensi dan penyakit tidak menular lainnya perlu dilakukan langkah terobosan baru yaitu melalui inovasi KI SAKTI. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Supersun Hadir di Kampung Cisadon, PLN Perluas Akses Listrik hingga Pelosok

14 Februari 2026 - 14:40 WIB

Istimewa! RSUD Bakti Pajajaran Raih Penghargaan Zona Integritas WBK dari KemenPAN-RB

11 Februari 2026 - 15:48 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Ajak Semua Pihak Jaga Hulu Sungai Ciliwung

5 Februari 2026 - 19:10 WIB

Bupati Bogor Pimpin Penanaman Pohon Serentak di Hulu Sungai Ciliwung Cisarua

5 Februari 2026 - 18:34 WIB

Bogor Raya FC Target Lolos ke Liga 3 Tahun Depan

5 Februari 2026 - 16:35 WIB

Trending di Bogor Raya