Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

HIV di Kabupaten Bogor Capai 216 Kasus Selama Januari-Maret 2025, Dinkes Siapkan Langkah Ini

badge-check


					HIV di Kabupaten Bogor Capai 216 Kasus Selama Januari-Maret 2025, Dinkes Siapkan Langkah Ini Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Sebanyak 216 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dikabarkan telah terjadi di Kabupaten Bogor selama Januari higga Maret 2025.

Ketua Tim Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Yessi Desputri mengatakan bahwa jumlah itu berdasarkan data yang dihimpunnya sejak awal tahun 2025.

“Kalau 2025 ini masih berjalan tiga bulan, jadi membandingkannya dengan tiga bulan awal di tahun 2024. Sementara di Januari sampai Maret 2025 yang katanya ada peningkatan itu kami hanya menemukan 216 kasus,” ujar Yessi Desputri kepada wartawan, Jumat (18/4/25).

Yessi menyebut, data 216 kasus selama periode Januari-Maret 2025 itu telah melampaui jumlah di tiga bulan awal tahun 2024 lalu.

“Kalau secara keseluruhan dalam setahun itu 831 kasus, tapi periode Januari sampai Maret 2024 itu ada 208 kasus. Puskesmas menemukan 67 kasus, dan rumah sakit 141 kasus,” bebernya.

“Jadi cuma meningkat 8 kasus dari tahun sebelumnya dari periode yang sama, dimana puskesmas 79 kasus, dan rumah sakit 137 kasus. Jadi kalau peningkatan secara signifikan sih tidak ya, karena hanya sedikit,” sambungnya.

Meski begitu, Yessi tidak memungkiri bahwa jumlah sementara 216 kasus itu akan bisa terus bertambah di sisa tahun 2025.

Untuk mengatasinya, Yessi bersama pihaknya akan terus melakukan upaya-upaya penyuluhan kesehatan ke masyarakat.

“Terkait pencegahan memang skrining itu penting sekali, dan yang kedua ujung tombak di kesehatan itu penyuluhan-penyuluhan kesehatan ke Dinas Pendidikan yang mengarah ke anak-anak SMP dan SMA terkait kesehatan produksi atau pencegahan HIV,” ungkapnya.

“Jadi kita fokusnya ke penyuluhan kesehatan dan skrining sebanyak-banyaknya, nanti kita akan obati pasien-pasien HIV yang sudah terdeteksi oleh skrining,” tambahnya.

Lebih lanjut, Yessi mengungkapkan bahwa kasus HIV kebanyakan menerpa para remaja usia 20 tahun. Adapun, penyebabnya diakibatkan karena berhubungan seksual dengan yang bukan pasangan resmi.

“Kelompok umurnya rata-rata di usia produktif 20 sampai 50 tahun kebanyakan,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meriahkan KaBogor Fest 2026, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih

8 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Kabupaten Bogor Apresiasi Gerakan Aksi Hijau PPLI

5 Juni 2026 - 16:01 WIB

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

Trending di Bogor Raya