Menu

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

182 Ton Sampah di Cibinong Setiap Hari! Ini Solusi DLH Bogor

badge-check

Plt Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya terkait banyaknya sampah yang terjadi di kawasan Cibinong. (Foto: Erwin) Perbesar

Plt Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya terkait banyaknya sampah yang terjadi di kawasan Cibinong. (Foto: Erwin)

BOGORISTIMEWA.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor angkat suara terkait tingginya jumlah sampah di Kecamatan Cibinong yang mencapai 182 ton per hari pada tahun 2024.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor pada tahun 2024, Kecamatan Cibinong menjadi peringkat pertama penyumbang sampah terbanyak dengan mencapai 182 ton per harinya.

Kemudian disusul oleh Kecamatan Gunung Putri dengan 147 ton per hari, Cileungsi 137 ton per hari, Bojonggede 135 ton per hari, dan Citeureup 110 ton per hari.

Plt Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki perencanaan yang jelas untuk mengatasi permasalahan tersebut.

“Roadmapnya itu akan kita tutup TPAS Galuga, dan TPAS Nambo akan kita buka. Ke depan, sampah ini harus terselesaikan di hulunya dan proses pemilahannya,” ujar Teuku Mulya kepada wartawan, Kamis, (4/9/2025).

Teuku menyebut, pihaknya ke depan akan membuat pengelolaan sampah organik dan non organik secara detail.

“Sampah organik sudah pasti menjadi kompos, dan sampah non anorganik seperti plastik-plastik, botol aqua bisa jadi bahan baju dan sebagainya karena itu ada obsekernya. Jadi, ke depan semuanya dipilah agar menjadi sampah yang berguna,” katanya.

Menurut Teuku, jika pengelolaan sampah dilakukan dengan cara yang tepat akan menghasilkan sesuatu yang berguna.

“Sampah yang paling parah itu seperti plastik-plastik ciki dan pampers, tapi kalau dikelola secara tepat bisa jadi Refuse Derived Fuel (RDF) bahan bakar untuk pabrik semen,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Teuku meminta masyarakat dari tingkat RT/RW merubah cara berpikir dalam pengelolaan sampah.

“Asalkan mindset dan budayanya dulu diubah, mulai dari lingkungan keluarga, RT/RW, desa, dan kecamatannya. Itu kira-kira roadmap kita ke depan yang akan kita coba selesaikan,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Jul 2026 - 13:38 WIB

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Jul 2026 - 10:25 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Jun 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Jun 2026 - 22:11 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal
Trending di Bogor Raya