Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Ini Dia Tips Aman Menyimpan Daging dalam Freezer yang Aman dan Bermutu

badge-check


					Ini Dia Tips Aman Menyimpan Daging dalam Freezer yang Aman dan Bermutu Perbesar

Ilustrasi menyimpan daging dalam freezer. (Ist)

BOGORISTIMEWA.com – Guru Besar Ilmu Teknologi Pangan IPB University, Prof Eko Hari Purnomo, memberikan sejumlah tips penting terkait cara penyimpanan daging di freezer yang aman dan bermutu, terutama untuk kebutuhan rumah tangga.

Ia mengatakan bahwa suhu penyimpanan yang tepat sangat mempengaruhi mutu fisik, sensori, dan mikrobiologis daging.

“Daging idealnya disimpan beku pada suhu -18°C untuk menjaga mutu fisik dan sensori serta mencegah pertumbuhan mikroba. Namun, untuk tingkat rumah tangga, suhu -5°C sudah cukup memadai,” jelas Prof Eko.

Ia menambahkan bahwa proses pendinginan dan pembekuan pada dasarnya berfungsi untuk menurunkan laju kerusakan daging. Semakin rendah suhu penyimpanan, maka laju kerusakan akan semakin lambat. Hal ini akan membantu produk mempertahankan mutunya, baik dari segi rasa, gizi, maupun keamanan mikrobiologis.

Namun demikian, Prof Eko mengingatkan bahwa jika proses pembekuan dilakukan pada suhu yang kurang dingin, maka pembentukan kristal es yang besar akan terjadi. “Kristal es yang besar ini menyebabkan kehilangan air saat proses pelelehan atau thawing. Akibatnya, daging menjadi kering atau kurang juicy saat dimasak,” ujarnya.

Untuk memudahkan penyimpanan, ia menyarankan agar daging dikemas dalam ukuran kecil sesuai kebutuhan konsumsi. Kemasan tersebut, menurutnya, untuk mencegah kontaminasi dan menjaga kelembaban daging.

“Pengemasan vakum memang lebih baik karena mempercepat pembekuan, tetapi penggunaan plastik biasa juga cukup memadai untuk skala rumah tangga,” katanya.

Hal penting lain yang disampaikan Prof Eko adalah mencantumkan tanggal pembekuan pada kemasan daging. Dengan begitu, masyarakat bisa memastikan urutan konsumsi berdasarkan waktu pembekuan.

Terkait proses thawing, Prof Eko mengimbau agar pelelehan dilakukan dalam kondisi dingin, seperti memindahkan daging dari freezer ke rak bawah kulkas.

“Hindari membekukan ulang daging yang sudah dicairkan karena mutunya akan sangat menurun. Oleh karena itu, gunakan kemasan sekali pakai untuk setiap kali thawing dan memasak,” ucapnya. (**/ipb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Juli 2026 - 13:38 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Juni 2026 - 22:11 WIB

Trending di Bogor Raya