Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Kolaborasi Bobibos dan Pemprov Jabar, Jerami Sawah Jadi Bahan Bakar Masa Depan

badge-check

Kolaborasi Bobibos dan Pemprov Jabar, Jerami Sawah Jadi Bahan Bakar Masa Depan Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Upaya penguatan ketahanan energi berbasis bahan bakar ramah lingkungan kembali menunjukkan kemajuan. Anggota DPR RI, Mulyadi, mengungkapkan bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama dalam pengembangan dan produksi BBM nabati Bobibos yang berasal dari Jonggol, Kabupaten Bogor.

Menurut Mulyadi selaku penggagas Bobibos, komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur usai menyaksikan uji coba pemanfaatan BBM nabati Bobibos pada mesin traktor pertanian di area persawahan.

“Alhamdulillah, Gubernur Jawa Barat Bapak KDM melaksanakan kerja sama dengan kami dalam kapasitas pribadi beliau, bukan atas nama gubernur. Setelah melihat langsung Bobibos digunakan pada traktor pertanian, beliau meminta bahan bakar sebelumnya dikosongkan, lalu diganti dengan Bobibos solar. Mesin langsung menyala dan beliau kaget melihat asapnya yang putih, bahkan hampir tidak terlihat dan tidak pedih di mata,” ucap Mulyadi kepada Bogorupdate.com, Rabu (19/11/25),

Melihat hasil tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi langsung menyatakan ketertarikan untuk membawa teknologi Bobibos ke Lembur Pakuan, salah satu kawasan pertanian.

“Beliau menyampaikan bahwa di Lembur Pakuan ada hampir 1.000 hektare sawah yang akan panen. Ini peluang besar. Beliau langsung mengajak tim kami untuk MoU agar dapat memproduksi BBM nabati sekaligus mendukung pengolahan jerami sebagai bahan baku,” lanjut Mulyadi.

Selanjutnya Ia menyampaikan, untuk mempercepat kerja sama tersebut, pihak Bobibos kini menyiapkan mesin pengolahan untuk direlokasi ke Lembur Pakuan.

Mulyadi menyebut, timnya sedang mempertimbangkan penggunaan sistem mesin mobile yang dapat dipindahkan menggunakan truk agar produksi bisa dilakukan lebih cepat dan fleksibel.

“Kami menunggu panen sekitar dua sampai tiga minggu lagi. Sambil menunggu, kami menyiapkan mesin produksi yang akan dipindahkan dan dirakit di Lembur Pakuan. Bahkan kami mempertimbangkan mesin berbasis truk agar bisa langsung dibawa dan beroperasi di lokasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Dedi Mulyadi telah memastikan ketersediaan jerami sebagai pasokan bahan baku, menyiapkan bangunan produksi, serta tangki penampungan hasil olahan. Kolaborasi ini diharapkan mulai berjalan pada Desember mendatang.

“Ini ikhtiar bersama. KDM sudah menyiapkan pasokan bahan baku, area produksi, hingga tangki penyimpanan. Mudah-mudahan Desember ini sudah bisa mulai berjalan,” kata Mulyadi. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

22 Okt 2026 - 18:03 WIB

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

26 Sep 2026 - 19:54 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

26 Sep 2026 - 19:41 WIB

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

25 Sep 2026 - 19:18 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin
Trending di Bogor Raya