Menu

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Sijaka, Inovasi Prof Mega Safithri yang Ampuh Atasi Diabetes

badge-check

Sijaka, Inovasi Prof Mega Safithri yang Ampuh Atasi Diabetes Perbesar

Sijaka, inovasi Guru Besar Biokimia Nutrisi IPB University, Prof Mega Safithri. (Dok IPB)

BOGORISTIMEWA.com – Guru Besar Biokimia Nutrisi IPB University, Prof Mega Safithri, mengatakan bahwa potensi obat herbal di Indonesia sangat menjanjikan. Menurutnya, kesadaran masyarakat akan perlunya pengobatan alami dengan efek samping minimal kini semakin tinggi.

“Dengan dilengkapi kajian ilmiah mengenai toksisitas, keamanan, dan efikasi, pengembangan obat herbal dapat lebih dipercaya,” ujar Prof Mega melansir laman IPB, Senin (8/9/25).

Dalam risetnya, Prof Mega dan tim menemukan kandungan senyawa aktif pada beberapa tanaman herbal, seperti piperine dan piperanine pada sirih merah, gingerol pada jahe merah, serta sinamaldehid dan asam sinamat pada kayu manis.

“Senyawa ini terbukti berperan dalam menurunkan kadar glukosa darah dan meredakan inflamasi pada penderita diabetes,” jelasnya.

Prof Mega menjelaskan bahwa penelitian obat herbal, khususnya untuk diabetes mellitus (DM), dapat dilakukan melalui pendekatan biokimia medis dan nutrisi. Salah satu mekanismenya adalah pengujian bioaktif herbal terhadap enzim pengendali gula darah, seperti amilase dan alfa-glukosidase, melalui simulasi komputasi.

“Jika potensinya terlihat signifikan, penelitian dilanjutkan dengan uji in vitro dan uji in vivo pada hewan coba, sebelum menuju tahap uji klinis pada manusia,” paparnya.

Salah satu produk herbal hasil riset Prof Mega dan tim adalah Sijaka. Produk ini telah melalui proses komersialisasi sejak 2022. Beberapa testimoni pengguna menyebutkan adanya perbaikan signifikan, seperti penurunan tremor, perbaikan kadar HbA1c, serta kesiapan operasi mata.

Meski begitu, Prof Mega menjelaskan bahwa izin edar Sijaka masih menunggu kelengkapan persyaratan oleh mitra industri, PT Nano Herbaltama, yang ditargetkan rampung pada Agustus 2025 ini.

Prof Mega juga mengatakan perlunya edukasi publik dan peran dokter dalam mendukung penggunaan herbal berbasis bukti. “IPB University kini memiliki Fakultas Kedokteran dan bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Cibinong dan RS Pendidikan Universitas Airlangga, untuk pengembangan herbal pendamping terapi DM,” ungkapnya.

Melihat tren global, Prof Mega optimistis Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat riset dan investasi obat herbal dunia dalam 10 tahun ke depan. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi bersama Pusat Studi Biofarmaka Tropika IPB University, diharapkan dapat tercapai ribuan paten obat herbal berbasis riset ilmiah.

“Harapannya, melalui riset berbasis bukti, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam industri obat herbal global,” ucapnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Jul 2026 - 13:38 WIB

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Jul 2026 - 10:25 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Jun 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Jun 2026 - 22:11 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal
Trending di Bogor Raya