Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Soal Larangan Tempat Ibadah Minta Sumbangan di Jalanan, Cecep Imam: Kita Beri Himbauan

badge-check


					Soal Larangan Tempat Ibadah Minta Sumbangan di Jalanan, Cecep Imam: Kita Beri Himbauan Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor, Cecep Imam Nagarasid buka suara terkait larangan pungutan sumbangan di jalan yang diminta oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Seperti diketahui, Dedi Mulyadi melarang segala bentuk pungutan sumbangan di jalan baik untuk kepentingan masjid maupun pengamen.

Menindaklanjuti hal itu, Cecep mengaku siap untuk mengikuti arahan yang diminta oleh Dedi Mulyadi.

“Kaitan dengan (larangan) pungutan (sumbangan) yang di jalan itu tujuannya sangat baik dalam menciptakan suasana yang kondusif, mungkin (jadi) tidak macet ketika pungutan tersebut dilarang dilakukan di jalan,” ujar Cecep Imam Nagarasid kepada wartawan, Jumat, (18/4/25).

Menurut Cecep, saat ini banyak oknum-oknum yang meminta sumbangan di jalan dengan mengatasnamakan untuk kepentingan tempat ibadah.

Padahal, menurut dia, hasil sumbangan yang didapat itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Pungutan ini dilakukan untuk perbaikan sarana masjid atau mushola, mudah-mudahan hasilnya disampaikan kepada yang betul-betul memerlukan butuh anggaran terhadap pembangunan objek tersebut,” ungkapnya.

Meski sudah ada larangan dari Dedi Mulyadi, Cecep mengakui masih adanya sejumlah pungutan sumbangan yang dilakukan untuk kepentingan tempat ibadah di sejumlah daerah Kabupaten Bogor.

“Penindakan kemungkinan mungut-mungut gitu apalagi di depan masjid-masjid masa iya ada penindakan, paling kita kasih himbauan dan kita memberitahu RT dan RW termasuk desa dan kecamatan,” bebernya.

Lebih lanjut, Cecep berharap dengan telah adanya peraturan yang diminta oleh Dedi Mulyadi tersebut bisa dipatuhi oleh sejumlah tempat ibadah.

“Ini bukan tugas seorang OPD, tetapi tugas kita bersama yang harus mensosialisasikan. Mudah-mudahan ada langkah terbaik kaitan masalah sosial, terutama masalah sarana yang membutuhkan dukungan anggaran,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Juli 2026 - 13:38 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Juni 2026 - 22:11 WIB

Trending di Bogor Raya