Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Bogor Raya

Yantie Rachim Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Bogor, Ini Pesan Dedie Rachim

badge-check

Yantie Rachim Dikukuhkan Jadi Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Bogor, Ini Pesan Dedie Rachim Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa tanggung jawab sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) maupun Bunda Literasi bukanlah peran simbolik semata, melainkan beban tugas besar.

Hal ini ia sampaikan saat Pengukuhan Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Bogor periode 2025-2030 yang berlangsung di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (14/7/25).

Dalam kesempatan tersebut, Yantie Rachim resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kota Bogor untuk lima tahun ke depan.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa amanah sebagai Bunda PAUD adalah tugas yang membawa tanggung jawab besar dalam membentuk karakter generasi muda dan meningkatkan budaya literasi di Kota Bogor.

“Bunda PAUD dan Bunda Literasi ini tanggung jawabnya cukup besar. Saya mendorong Ibu Yantie untuk bisa memerhatikan dan memastikan bahwa PAUD sebagai dasar bagi anak-anak kita untuk membangun karakter,” jelasnya.

Dedie Rachim juga menyampaikan keprihatinan terhadap menurunnya minat baca anak di tengah era digital. Oleh sebab itu, menurutnya Bunda Literasi memiliki peran penting dalam memfasilitasi kolaborasi dengan berbagai pihak, agar budaya membaca kembali mengakar di kalangan generasi muda.

“Zaman sekarang anak-anak lebih banyak main gadget ketimbang baca buku. Maka perlu pendekatan dari Bunda PAUD dan Bunda Literasi kepada orang tua, stakeholder, dan Dinas Pendidikan untuk mencari pola meningkatkan literasi,” ujar Dedie Rachim.

Ia juga berpesan kepada Bu Yantie selaku Bunda PAUD dan Bunda Literasi agar memberikan perhatian ekstra terhadap hal ini, supaya tujuan pengukuhan ini benar-benar tercapai.

Merespon amanah yang diberikan, Yantie Rachim menyampaikan bahwa dirinya siap menjalankan peran tersebut dengan fokus utama pada penguatan pendidikan anak sejak usia dini dan peningkatan akses literasi di seluruh lapisan masyarakat.

“Program prioritas yang menjadi utama saya setelah dikukuhkan menjadi Bunda PAUD dan Bunda Literasi adalah transisi PAUD ke SD. Itu program pertama yang mau saya kejar,” ujar Yantie Rachim.

Ia juga menekankan bahwa konsep wajib belajar 13 tahun harus dimulai sejak anak masuk PAUD, bukan dari jenjang sekolah dasar.

“Wajib belajar 13 tahun itu dimulai dari PAUD, bukan dari SD. Jadi konsep itu akan kita wajibkan,” tegasnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Berita Terkait

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

22 Okt 2026 - 18:03 WIB

Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia di Hari Pelanggan Nasional 2026

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

26 Sep 2026 - 19:54 WIB

Kasus Keracunan MBG Marak, Pemilik SPPG Kemang Ungkap Cara Kelola Dapur Sesuai SOP

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

26 Sep 2026 - 19:41 WIB

Kalapas Cibinong dan 4 Pejabat Dinonaktifkan, Kemenimipas Dalami Temuan Fasilitas Mewah

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

25 Sep 2026 - 19:18 WIB

Tirta Kahuripan Raih Sertifikat Halal untuk Jasa Pengolahan Air

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin

21 Agu 2026 - 14:36 WIB

MyKahuripan Tampil Lebih Modern, Pelanggan Segera Dapatkan Reward dari Sistem Poin
Trending di Bogor Raya