Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Collection

Dosen IPB University Ungkap Cara Membuat Gorengan Lebih Sehat Tanpa Menghilangkan Cita Rasa

badge-check


					Dosen IPB University Ungkap Cara Membuat Gorengan Lebih Sehat Tanpa Menghilangkan Cita Rasa Perbesar

Ilustrasi gorengan. (Pixabay)

BOGORISTIMEWA.com – Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, mengungkapkan berbagai alasan kuat mengapa masyarakat Indonesia begitu lekat dengan budaya makan gorengan.

“Rasa gurih dan tekstur gorengan yang renyah memang cocok dengan lidah orang Indonesia. Selain itu, gorengan mudah didapat dengan harga yang relatif terjangkau,” ucapnya.

Dr Karina menambahkan, sebagai negara penghasil kelapa sawit, Indonesia memiliki akses mudah terhadap bahan baku minyak goreng, yang turut mendorong kebiasaan mengonsumsi gorengan. Praktis dalam pengolahan serta cocok untuk berbagai suasana, gorengan menjadi pilihan makanan yang fleksibel.

Di balik kenikmatannya, konsumsi gorengan secara berlebihan ternyata menyimpan potensi risiko kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Menurutnya, gorengan mengandung lemak tinggi, terutama asam lemak jenuh dan lemak trans yang berisiko bagi kesehatan.

“World Health Organization (WHO) merekomendasikan pembatasan asupan lemak jenuh maksimal 10 persen dari total energi harian dan lemak trans kurang dari 1 persen,” jelasnya.

Dalam jangka pendek, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung dan peningkatan asam lambung. Dalam jangka panjang, risiko yang lebih serius seperti obesitas, penyakit jantung, diabetes mellitus tipe 2, stroke, dan kanker bisa mengintai.

Cara yang Lebih Sehat
Meski demikian, Dr Karina mengungkapkan bahwa ada berbagai cara untuk membuat gorengan lebih sehat tanpa menghilangkan cita rasanya. Di antaranya adalah memilih minyak yang lebih sehat seperti minyak kelapa atau zaitun, menghindari teknik deep frying, menggunakan air fryer, dan mengganti tepung terigu dengan tepung non-gluten seperti tepung beras atau jagung.

Selain itu, lanjut Dr Karina, menjaga suhu minyak tetap pada kisaran ideal 175-190°C dapat membantu mencegah makanan menyerap terlalu banyak minyak.“Potonglah makanan dalam ukuran kecil agar cepat matang dan tidak menyerap banyak minyak,” tambahnya.

Ia juga menyarankan untuk meniriskan gorengan di atas rak pendingin atau dengan tisu dapur, serta menghindari penggunaan minyak goreng secara berulang.

Terkait keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergantung pada usaha penjualan gorengan, Dr Karina mendorong penggunaan pendekatan yang bersifat edukatif.

“UMKM perlu diberdayakan untuk menawarkan gorengan yang lebih sehat dan menjaga kualitas bahan baku serta kebersihan proses produksi,” imbuhnya.

Sementara itu, konsumen juga harus mulai diedukasi agar membatasi konsumsi gorengan dan memilih alternatif yang lebih sehat sebagai bagian dari pola makan seimbang. (**/ipb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

PPLI Raih Apresiasi KLH di Ajang Indonesia-Japan Environment Week 2026

12 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi Tirta Kahuripan Tingkatkan Suplai Air di Tarikolot

24 April 2026 - 21:57 WIB

Trending di Bogor Raya