Menu

Mode Gelap
JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026 Bupati Rudy Susmanto Resmikan 4 Layanan Baru di RSUD Bakti Pajajaran, Hadirkan DSA dan Kemoterapi Tebar Kebaikan di Bulan Suci, PLN UP3 Gunung Putri Santuni 41 Warga

Bogor Raya

Gelar Rembug Stunting 2025, Desa Tugu Selatan Fokus pada Pencegahan Gagal Tumbuh Kembang Anak

badge-check


					Gelar Rembug Stunting 2025, Desa Tugu Selatan Fokus pada Pencegahan Gagal Tumbuh Kembang Anak Perbesar

BOGOISTIMEWA.com – Pemerintah Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Rembug Stunting tahun 2025 pada Rabu, (14/5/24). 

Acara yang berlangsung di Aula Wisma Kementerian Agama RI Tugu Selatan ini menjadi forum penting dalam upaya pencegahan gagal tumbuh kembang (stunting) pada anak-anak di wilayah desa.

Rembug yang dihadiri oleh Kepala Desa Tugu Selatan, Camat Cisarua, Ketua BPD, para kader Posyandu, kepala dusun, paguyuban RT/RW, LPM, serta berbagai stakeholder lainnya ini difokuskan pada peningkatan pemahaman dan koordinasi lintas sektor untuk menanggulangi stunting secara menyeluruh.

Kepala Desa Tugu Selatan M. Eko Windiana menegaskan pentingnya kolaborasi antar elemen masyarakat dalam memerangi stunting.

“Rembug Stunting ini kita alokasikan melalui anggaran Dana Desa, yang merupakan program wajib dari negara. Melalui forum ini, para kader posyandu, kepala dusun, RT/RW, dan stakeholder lainnya mendapatkan pemahaman tentang identifikasi dan penanganan stunting, agar bisa mengajak masyarakat aktif datang ke posyandu,” ujar Eko.

Sebanyak 20 posyandu di Desa Tugu Selatan turut mengirimkan perwakilan lengkap ketua, sekretaris, dan bendahara dalam kegiatan ini.

Materi disampaikan oleh R. Lulu Nurul Haliah dari Puskesmas Cisarua serta Yeni Rohmaeni dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

R. Lulu Nurul Haliah, yang menjadi pemateri dari bagian gizi Puskesmas Cisarua, menjelaskan penggunaan aplikasi EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dalam proses pemantauan.

“Kini, semua data balita dimasukkan melalui aplikasi Si Gizi Terpadu. Data BNBA anak harus lengkap agar Kementerian Kesehatan, kabupaten, maupun provinsi bisa memantau secara real time kondisi gizi, termasuk mendeteksi kasus gizi buruk,” tuturnya.

Ketua BPD Tugu Selatan, M. Agus Fathoni, menambahkan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai dari musyawarah lingkungan.

“Dalam penanganan stunting, kita tekankan musyawarah bersama pengurus lingkungan. Anggaran telah terplot di RKPDes dan kami kawal mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan,” katanya.

Kegiatan ini menegaskan komitmen Desa Tugu Selatan untuk menurunkan angka stunting melalui pendekatan pencegahan, edukasi, dan penguatan sistem pendataan terpadu. (Deni) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Lonjakan Kebutuhan Air Saat Lebaran Diantisipasi, Perumda Tirta Kahuripan Turunkan Ratusan Petugas

15 Maret 2026 - 22:32 WIB

JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong

12 Maret 2026 - 19:41 WIB

HUT ke-45, Tirta Kahuripan Layani 244.675 Pelanggan di Kabupaten Bogor

12 Maret 2026 - 00:47 WIB

Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR

9 Maret 2026 - 08:37 WIB

Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026

5 Maret 2026 - 10:30 WIB

Trending di Bogor Raya