Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Imbas Krisis Air Bersih, Kabupaten Bogor Segera Keluarkan SK Darurat Siaga Kekeringan

badge-check


					Imbas Krisis Air Bersih, Kabupaten Bogor Segera Keluarkan SK Darurat Siaga Kekeringan Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Surat Keputusan (SK) Darurat Siaga Kekeringan segera dikeluarkan, imbas sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor alami krisis air bersih.

Hal itu diungkapkan langsung Ketua Tim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi.

“Kita sedang berkoordinasi dengan BMKG bahwa kami sedang proses mengeluarkan SK Darurat Siaga Kekeringan,” ujar Andi Sumardi kepada BogorUpdate.com saat dikonfirmasi via seluler, Senin, (4/8/25).

Pasalnya, lanjut Andi, musim kemarau diprediksi akan terus terjadi hingga Oktober mendatang.

“Untuk perkiraan sih sampe Oktober, dua atau tiga bulan ke depan akan seperti ini, tapi sekarang ini kan cuaca tidak bisa lagi dipastikan,” bebernya.

Meski begitu, Andi pun masih belum terlalu yakin akan terjadi kemarau panjang hingga Oktober mendatang.

Sebab, menurutnya, bencana alam banjir yang disebabkan hujan dengan intensitas tinggi baru-baru ini terjadi di Kecamatan Rancabungur.

“Seperti yang kita ketahui di Kabupaten Bogor itu di satu titik kekeringan, dan di satu titik seperti Rancabungur hujan deras yang berakibat banjir,” ungkapnya.

“Jadi, memang tidak merata untuk Minggu-minggu ini. Intinya, belum merata untuk kekeringan ini,” tutupnya.

Sekadar informasi, saat ini ada tiga Kecamatan di Kabupaten Bogor yang tercatat alami krisis air bersih akibat kekeringan, yakni Jonggol, Citeureup, dan Nanggung.

Untuk Desanya ada empat yang terdampak, yakni Jonggol, Tajur, Nanggung, dan Hambalang.

Sedangkan jumlah yang terdampaknya, sebanyak 842 Kepala Keluarga (KK) dengan 2.193 jiwa alami krisis air bersih. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PPLI Raih Apresiasi KLH di Ajang Indonesia-Japan Environment Week 2026

12 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi Tirta Kahuripan Tingkatkan Suplai Air di Tarikolot

24 April 2026 - 21:57 WIB

SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I

8 April 2026 - 15:38 WIB

PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan

2 April 2026 - 16:22 WIB

PLN UP3 Gunung Putri Percepat Layanan One Day Service, Dukung Ekspansi Industri di Bogor

20 Maret 2026 - 11:43 WIB

Trending di Bogor Raya