BOGORISTIMEWA.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, Muhammad Irvan Maulana menyoroti kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima sejumlah siswa sekolah dasar di wilayah Citeureup. Ia meminta seluruh pelaksana program, khususnya SPPG, menjalankan tanggung jawab secara serius dan tidak mengabaikan standar gizi.
Sorotan itu muncul setelah beredarnya laporan mengenai menu MBG yang dinilai terlalu sederhana dan belum memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekolah. Dalam paket makanan tersebut disebut hanya terdapat telur rebus, keripik tempe, buah salak, serta bolu.
Menurut Irvan, program MBG merupakan salah satu langkah penting pemerintah dalam mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, kualitas makanan harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh dikurangi demi alasan apa pun.
Ia menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam apabila ditemukan pelaksana program yang sengaja menurunkan kualitas makanan demi mencari keuntungan pribadi. DPRD Kabupaten Bogor, kata dia, siap memberikan rekomendasi tegas terhadap pihak yang terbukti melanggar aturan.
“Program ini menyangkut kebutuhan gizi anak-anak. Jadi seluruh pelaksana wajib menjaga kualitas makanan yang diberikan,” ujarnya.
Politisi dari Partai Gerindra itu juga meminta pengawasan program MBG diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di sekolah lain. Ia berharap program yang menjadi perhatian pemerintah pusat tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Irvan menambahkan, keberhasilan program MBG bukan hanya soal distribusi makanan, tetapi juga tentang kualitas, kebersihan, dan kandungan gizi yang diterima para siswa.








