Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

12 Siswa di Kabupaten Bogor Keracunan MBG, Dinkes Temukan Salmonella dan E-Coli

badge-check


					12 Siswa di Kabupaten Bogor Keracunan MBG, Dinkes Temukan Salmonella dan E-Coli Perbesar

Cibinong, BogorUpdate.com – Hasil uji laboratorium Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap SMPN 1 Jonggol dan SDN Pasir Angin 02 Megamendung telah keluar, total 12 siswa dari kedua sekolah terbukti keracunan MBG.

Seperti diketahui, pada Selasa, (23/9/2025) tujuh siswa di SMPN 1 Jonggol dikabarkan mengalami mual, muntah, dan diare usai menyantap MBG hingga langsung dilarikan ke rumah sakit.

Kemudian, hal serupa terjadi lagi, tepatnya menimpa lima siswa SDN Pasir Angin 2 Megamendung yang dikabarkan juga mengalami mual, muntah, pusing, badan lemas, dan nyeri ulu hati usai menyantap MBG, pada Rabu, (1/10/2025).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang disantap oleh para siswa di SMPN 1 Jonggol.

“Kasus pertama di SMPN 1 Jonggol itu dari hasil uji laboratorium UPT Laboratorium Kesehatan Kelas A Kabupaten Bogor pada Kamis, 2 Oktober 2025 didapatkan hasil bahwa sampel makanan yang diperiksa positif Salmonella sp pada telur ceplok dan e-colli serta coliform,” ujar Fusia Meidiawaty dalam keterangannya, Sabtu, (18/10/2025).

Lalu, pihaknya juga telah mendapatkan hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang disantap para siswa di SDN Pasir Angin 2 Megamendung.

“Kejadian kedua di SDN Pasir Angin 2 Megamendung itu dari hasil pemeriksaan UPT Laboratorium Kesehatan Kelas A Kabupaten Bogor pada Rabu, 8 Oktober 2025 ditemukan e-colli dan salmonella pada tahu teriyaki, mix salad positif salmonella dan makaroni positif e-colli dan salmonella,” katanya.

Imbas kejadian tersebut, Fusia menghimbau kepada masyarakat untuk memeriksa kondisi makanan sebelum mengkonsumsinya, seperti memastikan makanan dalam keadaan segar, tidak busuk, tidak berbau tidak sedap, hingga mencuci tangan sebelum makan.

“Seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten Bogor harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kejadian keracunan makanan MBG,” ungkapnya.

“Koordinasi dengan lintas sektor juga perlu ditingkatkan karena apabila ada laporan dari sekolah dengan tanda-tanda keracunan di wilayah kerja Puskesmas, maka penanganan dapat segera dilakukan,” tutupnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Juli 2026 - 13:38 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Juni 2026 - 22:11 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tinjau MBG di SDN Babakan Madang 03, Semangati Siswa Menuju Generasi Emas 2045

25 Juni 2026 - 13:53 WIB

Trending di Bogor Raya