Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Hindari Ancaman Kekurangan Produksi Beras Nasional, IPB University Terapkan Teknologi PHT Biointensif

badge-check


					Hindari Ancaman Kekurangan Produksi Beras Nasional, IPB University Terapkan Teknologi PHT Biointensif Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Pada tahun 2024, kekurangan beras menjadi tantangan ketahanan pangan di Indonesia. IPB University melalui Fakultas Pertanian (Faperta), melakukan penerapan teknologi pengendalian hama terpadu (PHT) Biointensif pada tanaman padi di Subang pada musim tanam tahun 2024.

PHT Biointensif terdiri dari bioimunisasi benih, penambahan pupuk kandang, optimalisasi pemupukan NPK, dan pengurangan pestisida kimia sintetik sebanyak 50 persen. Selain itu, dilakukan monitoring hama penyakit dan pengumpulan kelompok telur penggerek batang di persemaian.

Pada Jumat (27/9/24), panen bersama dilakukan oleh Dekan Faperta IPB University, Prof Suryo Wiyono, bersama Kepala Seksi Pasca Panen Dinas Pertanian Subang, Sukma Permana, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Ciasem Dinas Pertanian Subang, Mad Anwar, beserta 30 petani di Desa Jatibaru, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang.

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Faperta IPB University, Direktorat Serealia Kementerian Pertanian, dan Dinas Pertanian Subang. Berkat penerapan teknologi PHT Biointensif tersebut, produktivitas rata-rata petani yaitu 7,9 ton gabah kering panen per hektare (GKP/ha) yang meningkat 29 persen pada lahan 150 ha dibanding rata-rata petani di sekitarnya yaitu 6,2 ton GKP/ha.

“Panen ini membuktikan bahwa produktivitas padi di sentra produksi masih bisa ditingkatkan drastis dengan penerapan teknologi,” ujar Prof Suryo yang juga merupakan Guru Besar Proteksi Tanaman IPB University ini.

Sementara, Sukma Permana menambahkan, “Harapannya teknologi IPB University dapat disebarluaskan pada seluruh petani di Subang.”

Ajo, selaku Ketua Kelompok Tani Desa Jatibaru menyatakan, “Teknologi vaksinasi padi ini sangat menunjukkan hasil yang nyata, padi menjadi lebih tahan hama sehingga mengurangi biaya.” (**/ipb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Kolaborasi Bupati Rudy Susmanto dan PPLI, Malasari Jadi Fokus Pelestarian dan Pembangunan

28 Juli 2026 - 13:38 WIB

Tirta Kahuripan Siap Dukung Pemkab Bogor Tangani Dampak Kekeringan

28 Juli 2026 - 10:25 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tekankan Akuntabilitas dalam Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Dukung Gebyar UMKM HJB ke-544 Dorong Ekonomi Lokal

29 Juni 2026 - 22:11 WIB

Ketua DPRD Sastra Winara Tinjau MBG di SDN Babakan Madang 03, Semangati Siswa Menuju Generasi Emas 2045

25 Juni 2026 - 13:53 WIB

Trending di Bogor Raya