Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Kelder Air Cibinong Resmi Jadi Cagar Budaya, Bupati Rudy Susmanto: Jejak Sejarah Sumber Air Istana

badge-check


					Kelder Air Cibinong Resmi Jadi Cagar Budaya, Bupati Rudy Susmanto: Jejak Sejarah Sumber Air Istana Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Menjelang malam pergantian tahun, Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor meresmikan Kelder Air Cibinong sebagai Cagar Budaya. 

Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti yang berlangsung di kawasan Kelder Air Cibinong, Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kecamatan Cibinong, Rabu (31/12/25).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Kelder Air Cibinong merupakan bagian penting dari sejarah bangsa, khususnya sebagai sumber mata air kehidupan yang memiliki peran strategis sejak masa awal pemerintahan Indonesia.

“Kelder Air Cibinong adalah sumber mata air kehidupan yang menghubungkan Istana Bogor dan Istana Merdeka Jakarta. Ini adalah jejak sejarah yang sangat berharga dan harus kita jaga bersama,” ungkap Rudy Susmanto.

Rudy menegaskan, keberadaan Kelder Air Cibinong memiliki nilai historis yang sangat tinggi. Sejak masa awal pemerintahan bangsa Indonesia, para pemimpin dan masyarakat telah menikmati sumber air dari kawasan Ciburial yang dialirkan melalui sistem overloop kelder. 

Hingga saat ini, mata air tersebut masih dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Kabupaten Bogor, Kota Bogor, hingga wilayah Jakarta.

“Dengan ditetapkannya Kelder Air Cibinong sebagai Cagar Budaya, kita ingin memastikan agar kebermanfaatannya terus dirasakan oleh anak cucu kita di masa depan. Tidak hanya memiliki nilai sejarah dan budaya, tetapi juga mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat serta pergerakan perekonomian,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy Susmanto juga menjelaskan bahwa sistem kelder air ini berfungsi sebagai pembagi aliran air dari kaki Gunung Salak. Aliran air ke arah kanan menuju Istana Bogor, sementara ke arah kiri menuju Jakarta dan Istana Negara, melalui Kelder 2 di Cibinong dan Kelder 3 di kawasan Pasar Rebo.

“Walaupun Istana Negara berada di Jakarta, air yang pertama kali diminum berasal dari kaki Gunung Salak di Kabupaten Bogor. Karena itu, tempat ini kita tetapkan sebagai cagar budaya agar sumber air tetap terjaga, tidak dialihfungsikan, dan terus membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

PPLI Raih Apresiasi KLH di Ajang Indonesia-Japan Environment Week 2026

12 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi Tirta Kahuripan Tingkatkan Suplai Air di Tarikolot

24 April 2026 - 21:57 WIB

Trending di Bogor Raya