BOGORISTIMEWA.com – Pembahasan percepatan pembangunan kawasan Bogor Timur kembali menjadi perhatian DPRD Kabupaten Bogor. Melalui Komisi I, DPRD memfasilitasi pertemuan antara PT Bukit Jonggol Asri (BJA), pemerintah wilayah, dan sejumlah pihak yang berkaitan dengan lahan eks PTPN VIII di wilayah Sukamakmur.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor, M Irvan Maulana, mengatakan pendekatan musyawarah dipilih agar persoalan yang berkembang dapat diselesaikan secara kondusif dan mengedepankan kepentingan bersama.
“Tujuan utama kami adalah mencari titik temu agar proses pembangunan di Bogor Timur dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan aspek hukum dan kepentingan masyarakat,” ujar Irvan Maulana, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, pengembangan kawasan Bogor Timur memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Bogor. Karena itu, diperlukan komunikasi terbuka antara seluruh pihak agar proses pembangunan dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.
Irvan menilai kawasan Bogor Timur memiliki peluang berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru, terutama dengan dukungan pembangunan infrastruktur dan investasi di masa mendatang.
“Kalau pembangunan ini berjalan optimal, dampaknya bisa membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Kecamatan Sukamakmur juga menyampaikan bahwa proses sosialisasi terkait penataan kawasan telah dilakukan sebelumnya melalui forum komunikasi bersama masyarakat dan pihak terkait.
Sementara itu, pihak PT Bukit Jonggol Asri menyatakan komitmennya untuk mendukung arah pembangunan daerah, termasuk membuka peluang investasi dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah timur Kabupaten Bogor.
DPRD Kabupaten Bogor berharap seluruh pihak dapat terus mengedepankan dialog dan musyawarah sehingga rencana pengembangan kawasan Bogor Timur dapat berjalan secara tertib, adil, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.











