Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Selama 2018-2025, 13 Orang di Kabupaten Bogor Terinfeksi Kencing Tikus dan 3 Meninggal Dunia

badge-check


					Selama 2018-2025, 13 Orang di Kabupaten Bogor Terinfeksi Kencing Tikus dan 3 Meninggal Dunia Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Sebanyak 13 orang di Kabupaten Bogor terinfeksi bakteri Kencing Tikus atau Leptospirosis yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia selama periode 2018 hingga 2025.

Ketua Tim Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Yessi Desputri mengatakan bahwa puncak tertinggi kasus itu terjadi pada 2023 lalu yang mengakibatkan dua orang kehilangan nyawa.

“Kalau kita kumpulkan data dari 2018 sampai 2025 itu ada 13 kasus, dan tiga orang meninggal dunia,” ujar Yessi Desputri kepada wartawan, Sabtu, (13/9/25).

Yessi menjelaskan, bakteri itu menyebar melalui air atau lingkungan yang tercemar urin hewan yang terinfeksi.

“Penularannya melalui kontak, misal ada kulit yang lecet atau selaput lendir bersentuhan dengan air tercemar. Biasanya yang sering kontak itu petani, pemungut sampah dan petugas kebersihan,” katanya.

Adapun, lanjut dia, untuk gejalanya apabila terinfeksi Leptospirosis langsung mengalami damam, flu, diare, nyeri betis, batuk-batuk, hingga sakit tenggorokan.

“Pada kasus-kasus yang berat, kalau tidak ketahuan bisa menyerang organ-organ penting seperti ginjal, paru-paru yang mengakibatkan kematian,” paparnya.

Oleh karena itu, Yessi menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah. Mengingat, lanjut dia, tikus suka dengan tempat yang kotor.

“Menutup makanan dan minuman di rumah jangan dibiarkan terbuka takutnya dimakan tikus, mencuci tangan dengan sabun, dan bagi petani pakai sepatu bot saat ke sawah di air yang berlumpur,” bebernya.

Sekadar informasi, kasus Leptospirosis ditemukan di Kecamatan Jonggol pada 2018, Klapanunggal 2019 dan 2023, Gunung Putri 2020 dan 2023, Ciomas 2021, Cibinong 2022, Parung 2022, Caringin 2024, dan Cigombong 2025. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

PPLI Raih Apresiasi KLH di Ajang Indonesia-Japan Environment Week 2026

12 Mei 2026 - 16:03 WIB

Strategi Tirta Kahuripan Tingkatkan Suplai Air di Tarikolot

24 April 2026 - 21:57 WIB

Trending di Bogor Raya