Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Sempat Terjebak Longsor Saat Tracking di Babakan Madang, 7 Pendaki Ditemukan Selamat

badge-check


					Sempat Terjebak Longsor Saat Tracking di Babakan Madang, 7 Pendaki Ditemukan Selamat Perbesar

BOGORISTIMEWA.com – Tujuh pendaki yang terjebak longsor saat tracking di Kampung Cisadon, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu, (5/7/2025) telah berhasil diselamatkan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Ade Hasrat mengatakan bahwa kejadian bermula saat sekelompok pemuda tersebut melakukan tracking di gunung daerah Babakan Madang pada pukul 09.00 WIB.

Kemudian, saat hendak turun menjelang sore hari secara tiba-tiba hujan deras mengguyur kawasan tersebut yang membuat sekelompok pemuda bingung mencari akses pulang.

Akibatnya, sekelompok pemuda berjumlah tujuh orang itu terpecah menjadi dua kubu yang diduga berseteru karena akses jalan pulang.

“Salah satu korban Dio Gunawan (dengan tiga temannya) tidak mau bersamaan turun dengan (empat) temannya,” ujar Ade Hasrat dalam keterangannya, Minggu, (6/7/2025).

Usai berpisah, empat teman korban sudah sampai pada titik awal kumpul. Sedangkan korban bersama tiga lainnya belum muncul.

“Korban belum datang ke titik awal kumpul dikarenakan miskomunikasi saling mencari sesama tim dikarenakan adanya longsor di tengah perjalanan,” ucapnya.

Namun, sekira pukul 22.30 WIB korban bersama tiga lainnya berhasil sampai ke titik awal kumpul dengan sendirinya.

“Saat ini korban sudah kembali dengan sendirinya karena terjadi miskomunikasi dengan rekan timnya, dan korban sudah kembali ke tempat titik awal korban kumpul,” tuturnya.

Atas kejadian itu, Ade memberikan edukasi kepada para pemuda tersebut terkait pentingnya kekompakan sesama tim dalam melakukan pendakian.

“Tim memberikan edukasi terkait pendakian gunung, sehingga tidak terjadi lagi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (Erwin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meriahkan KaBogor Fest 2026, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih

8 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Kabupaten Bogor Apresiasi Gerakan Aksi Hijau PPLI

5 Juni 2026 - 16:01 WIB

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

Trending di Bogor Raya