Menu

Mode Gelap
SOIna Kabupaten Bogor Gelar Halal Bihalal, Pacu Semangat Atlet Jelang Bupati Cup I PWI Kota Bogor Gelar Halal Bihalal Bersama Perumda Tirta Pakuan JJB dan KNPI Kabupaten Bogor Bagikan 1.000 Paket Takjil di Gelora Pakansari Cibinong Bupati Rudy Susmanto Larang Seluruh ASN hingga Perangkat Desa Minta THR Pemkab Bogor Gelar Forum Perempuan, Anak dan Disabilitas 2026 Dispora Segera Susun Kontingen Kabupaten Bogor Menuju Peparda VII Jabar 2026

Bogor Raya

Warga Desa Cibeuteng Udik dan Karihkil Keluhkan Aktifitas Truk Tmbang: Takut Membahayakan


					Warga Cibeuteng Udik dan Karihkil keluhkan aktivitas truk tambang. ist Perbesar

Warga Cibeuteng Udik dan Karihkil keluhkan aktivitas truk tambang. ist

BOGORISTIMEWAcom – Dampak pembongkaran jembatan Kongsi, di Desa Ciseeng, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor membuat truk pengangkut hasil tambang, melintas di wilayah Desa Cibeuteng Udik dan Karihkil. Hal itu dikeluhkan oleh warga karena jalan yang sempit dan banyak anak sekolah yang melintas.

Salah satu warga Desa Cibeuteng Udik, Norma mengaku, dengan banyaknya truk tambang yang melintas melintas di jalan tersebut dikhawatirkan memiliki dampak yang membahayakan untuk warga.

“Takut ada hal-hal yang tidak diinginkan (akibat truk tambang) terutama saat melintasi sekolahan,”  ujarnya kepada wartawan, Rabu (2/10/24).

Norma meminta agar pemerintah ikut mengawasi jam operasional truk tambang. Karena saat ini truk tersebut melintas di jam ramai aktivitas warga dan anak sekolah.

Seharusnya, lanjut dia, sebelum melakukan pembongkaran untuk pembangunan jembatan Kongsi, pemerintah memberikan sosialisasi kepada warga dan menyiapkan jalan alternatif yang tidak memberikan dampak negatif di kemudian hari.

“Harus ada peraturan yang ketat (jam operasional truk), dan harus disosialisasikan saat sebelum ada pembongkaran, sediakan dahulu jalan alaternatif nya,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Rais warga Ciseeng. Dia juga mengeluhkan hal yang sama dengan warga lainnya.

Dengan banyaknya truk yang melintas di wilayahnya, Rais meminta agar diberi himbauan khusus dan pemberlakuan jam operasional, karena ini banyak warga yang berakifitas.

“Mana lama lagi 95 hari. Jadi kegelisahan warga sangat tinggi. Belum lagi sudah datang musim penghujan jalanan jadi kotor. Kalau ada apa-apa siapa yang bertanggung jawab, untuk para pemangku kebijakan tolong perhatikan permasalahan ini,” tutup Rais. (Dyon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Meriahkan KaBogor Fest 2026, Tirta Kahuripan Dekatkan Pelayanan dan Perluas Akses Air Bersih

8 Juni 2026 - 16:19 WIB

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, DLH Kabupaten Bogor Apresiasi Gerakan Aksi Hijau PPLI

5 Juni 2026 - 16:01 WIB

PPLI Tebar Hewan Kurban Disalurkan untuk Warga Nambo dan Bantarjati

27 Mei 2026 - 12:08 WIB

Debut Perdana, Timnas FA7 Indonesia Bidik Prestasi pada Debut World Championship 2026 di Honduras

21 Mei 2026 - 21:35 WIB

Sambut HJB ke-544, Tirta Kahuripan Beri Promo Sambungan Baru Rp 544 Ribu

13 Mei 2026 - 20:54 WIB

Trending di Bogor Raya